Ular Memangsa Buaya, Jarang-Jarang Bro

Erabiologi.com - Seekor ular memangsa buaya, Martin Muller secara tidak sengaja mendapati pemandangan menakjubkan itu ketika sedang bermain kayaking di rawa-rawa Gunung Isa, Queensland, Australia. Bukannya ketakutan melihat seekor ular raksasa bergulat dengan buaya, dia malah mengambil foto-fotonya yang kemudian dibagikan di akun Facebook GG Wildlife Rescue Inc.

Berkat foto-foto Muller inilah, kita akhirnya bisa melihat penampakan langka seekor ular raksasa menelan buaya. Dilansir dari IFLScience, Rabu (21/6/2019); ular raksasa itu adalah seekor sanca olive (Liasis olivaceus). Sebagai ular kedua terbesar di Australia setelah sanca permata, hewan ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang empat meter.

Dengan ukurannya yang besar itu, sanca olive memang diketahui bisa memakan reptil raksasa, seperti biawak dan buaya, meski mayoritas dietnya terdiri dari burung, kelelawar dan tikus. Akan tetapi, mangsa yang ditargetnya dalam foto ini juga tidak main-main. Buaya Johnstone (Crocodylus johnstoni) rata-rata memiliki panjang 1,5 meter. Reptil ini juga dilengkapi gigi tajam yang jika menggigit manusia, bisa menyebabkan luka serius yang butuh waktu berbulan-bulan untuk disembuhkan.

Namun, sanca olive memiliki metode khusus yang membuatnya bisa menelan mangsa sebesar ini bulat-bulat. Ia memiliki dua rahang bawah yang bisa bergerak bebas untuk menyediakan ruang bagi mangsa yang besar. Ketika mangsa sudah berada di dalam rahang, ular ini kemudian akan melakukan gerakan “pterygoid walk”, di mana ular “menjalankan” kepalanya untuk melahap mangsa.

Martin Muller secara tidak sengaja mendapati pemandangan menakjubkan itu ketika sedang bermain kayaking di rawa-rawa Gunung Isa, Queensland, Australia. Bukannya ketakutan melihat seekor ular raksasa bergulat dengan buaya, dia malah mengambil foto-fotonya yang kemudian dibagikan di akun Facebook GG Wildlife Rescue Inc. Berkat foto-foto Muller inilah, kita akhirnya bisa melihat penampakan langka seekor ular raksasa menelan buaya. Dilansir dari IFLScience, Rabu (19/6/2019); ular raksasa itu adalah seekor sanca olive (Liasis olivaceus). Sebagai ular kedua terbesar di Australia setelah sanca permata, hewan ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang empat meter. Baca juga: Jangan Salah, Ular Bisa Berjalan Lurus Seperti Kereta Dengan ukurannya yang besar itu, sanca olive memang diketahui bisa memakan reptil raksasa,seperti biawak dan buaya, meski mayoritas dietnya terdiri dari burung, kelelawar dan tikus. Akan tetapi, mangsa yang ditargetnya dalam foto ini juga tidak main-main. Buaya Johnstone (Crocodylus Johnstoni) rata-rata memiliki panjang 1,5 meter. Reptil ini juga dilengkapi gigi tajam yang jika menggigit manusia, bisa menyebabkan luka serius yang butuh waktu berbulan-bulan untuk disembuhkan. Namun, sanca olive memiliki metode khusus yang membuatnya bisa menelan mangsa sebesar ini bulat-bulat. Ia memiliki dua rahang bawah yang bisa bergerak bebas untuk menyediakan ruang bagi mangsa yang besar. Ketika mangsa sudah berada di dalam rahang, ular ini kemudian akan melakukan gerakan “pterygoid walk”, di mana ular “menjalankan” kepalanya untuk melahap mangsa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tertangkap Kamera, Inilah Detik-detik Ular Raksasa Telan Buaya", https://sains.kompas.com/read/2019/06/20/204056623/tertangkap-kamera-inilah-detik-detik-ular-raksasa-telan-buaya.
Penulis : Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa


Setelah sepenuhnya tertelan, proses yang paling melelahkan pun dimulai. Untuk mangsa sebesar buaya ini, ular mungkin butuh waktu beberapa bulan untuk mencerna seluruh tulang, daging dan organnya. Sementara itu, sisik dan gigi buaya yang mengandung keratin dan enamel akan dikeluarkan melalui kotoran.
Berikut adalah foto-foto yang diambil Muller untuk mengabadikan momen tersebut:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel